Plasma Konvalensen

Pak Sugeng dan koleganya sang pendonor Plasma Konvalensen (sumber: dok.sugeng)

Kalau saya ditanya foto apa yang paling membuatmu bahagia, saya akan menjawab foto itu. Tidak hanya perasaan bahagia tetapi super duper bahagia. Yang depan tanpa kaca mata  itu namanya Pak Sugeng. Beliau sahabat kami ketika kuliah di IKIP Surabaya. Dua lelaki lainnya adalah kolega Pak Sugeng. Mereka bertiga meluncur dari Mojokerto segera setelah saya membagi informasi dibutuhkannya donor plasma konvalensen untuk Abi.

Terapi Plasma Konvalense viral saat Pak Ganjar Purnomo, Gubernur Jawa Tengah mengunggah himbauan rekannya untuk mengkampanyekan sedekah darah. Menurutnya, ada testimoni penyintas Covid-19 yang mengalami perubahan kondisi tubuh semakin membaik setelah melakukan terapi tersebut. Continue reading “Plasma Konvalensen”

Secangkir Kopi Subuh

Secangkir kopi Subuh yang tinggal kenangan (Dok.pri)

Ingin dikenang seperti apa Anda jika kelak tiada?

Saya mengenang almarhum suami dalam secangkir kopi Subuh. Setiap Subuh seperti ini biasanya beliau pulang dari masjid bersama anak laki-lakinya. Sementara kami – yang perempuan salat Subuh di rumah. Begitu sampai di rumah, saya akan menyambutnya dengan secangkir kopi yang masih mengepulkan uap panas. Menguarkan tajam aroma Arabika. Biasanya kopi itu ditemani dengan pisang goreng. Abi tidak pernah bosan dengan pisang goreng. Syaratnya satu, pisang kepok yang tidak terlalu matang.

Ini berbeda selera dengan saya. Saya lebih menyukai pisang kepok itu dikukus. Saat diturunkan dari panci pengukus, pisang yang masih panas itu saya kupas. Saya tusuk dengan garpu dan dinikmati panas-panas. Maknyuss… . Itu menurut saya. Menurut Abi, saya kurang alami. Pakai tangan, Mi. Biar bisa merasakan derajat panas pisang itu. Heeemm… Continue reading “Secangkir Kopi Subuh”

Covid Sampai juga di Sini

Salman mencari matahari. Dokpri

Hari ini seharusnya Salman (putra ketiga saya) kembali ke pondok setelah liburan selama kurang lebih dua pekan. Sebagai persyaratan, pondok meminta santri mengumpulkan hasil negatif tes swab PCR. Persyaratan tersebut sangat beralasan mengingat perkembangan Covid yang kian merajalela.

Senin,  20 Desember 2020 Salman tes swab bersama suami. Kebetulan suami dari luar kota juga sehingga mereka berdua tes di Labkesda Surabaya. Saya pulang kerja agak siang pada hari Senin tersebut karena harus mengikuti Webinar Kurikulum Magang yang diselenggarakan oleh ABhome Bogor. Webinar tersebut dilaksanakan mulai Asar sampai Maghrib sehingga saya merasa nyaman jika nge-Zoom di rumah. Continue reading “Covid Sampai juga di Sini”

Nikmatnya Kopi dan Salad di Harvest Queen Coffee and Salads

Harvest Queen Coffee and Salads. Sumber: facebook.com

Sabtu kemarin jadwal kepulangan putra kami yang mondok di Malang. Tidak seperti biasanya, kali ini jadwal penjemputan sekitar pukul 5 sampai 6 sore. Hujan deras mengguyur di sepanjang perjalanan menuju ke pondok.  Karena berangkatnya terlalu sore, ditambah kondisi hujan, kami memprediksi akan tiba di pondok lebih malam. Mengantisipasi ananda risau menunggu,  segera saya kirim pesan WA ke musyrif kamar yang isinya kami agak terlambat menjemputnya.

Di saat yang hampir bersamaan, saya juga mengirim pesan pada seorang sahabat karena saya berjanji mengunjunginya sekitar Maghrib. Santuy aja. Begitu jawabnya. Alhamdulillah.  Nggak enak rasanya kalau membuat orang menunggu. Bersama beberapa temannya, sahabat saya ini mengelola sebuah kafe yang cukup unik. Namanya Harvest Queen Coffee and Salads. Alamatnya di Jalan Kalpataru 58, Lowokwaru Malang. Continue reading “Nikmatnya Kopi dan Salad di Harvest Queen Coffee and Salads”

.. Hmmm…..Aku lali…

Seorang sahabat lama menghubungi saya beberapa pekan yang lalu. Meminta kesediaan saya untuk menjadi juri lomba story telling memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Saya menanyakan apa kegiatannya offline atau online. Ternyata offline. Sahabat saya ini menerangkan saat pelaksanaan sudah memperhitungkan protokol kesehatan. Jaga jarak dan memakai masker.

Acara dilaksanakan hari ini Rabu, 28 Oktober 2020 pukul 09.00 sampai selesai. Karena kantor juga terimbas cuti bersama maka saya mengiyakan amanah tersebut. Hitung-hitung berbagi ilmu. Setengah jam sebelum acara saya sudah sampai di tempat acara. Continue reading “.. Hmmm…..Aku lali…”

Pernakah Kau Merasa Ditampar?

Pagi ini saya (masih) merasakan efeknya. Setelah saya ingat-ingat, ada tamparan serupa yang saya rasakan beberapa bulan sebelum pandemi Covid-19. Ada baiknya saya ceritakan secara kronologis. Tamparan pertama kemudian tamparan terbaru, tadi malam.

Saat itu saya sedang membantu menyiapkan sebuah tasyakuran kecil di rumah kakak saya, Mbak Sri. Event-nya nunut pengajian PKK RT. Kakak saya ini menempati rumah orang tua kami (almarhum) di Surabaya, saya tinggal di Sidoarjo. Rumah masa kecil saya.

Seperti biasa, saya suka berada di dapur. Ada tiga ibu-ibu yang membantu menyiapkan makanan. Usianya sebelas-dua belas dengan saya.  Sambil tangan ini lincah memotong-motong lontong, telur, menyiapkan kentang, dan sebagainya mulut kami tak berhenti bicara. Khas emak-emak. Continue reading “Pernakah Kau Merasa Ditampar?”

Foto

Pagi-pagi sekali saya mendapat berkah karena Ustad Rofi’i, musyrif—sebutan untuk guru wali di asrama—mengirimi sebuah foto. Foto ini menggambarkan seorang remaja laki-laki berseragam SMP sedang tersenyum. Foto lainnya, ia bersama beberapa temannya sedang bercanda. Tampak sumringah di wajah mereka.

Anak muda itu putra ketiga saya yang sedang mondok nun jauh di sana. Bersama ratusan teman sebaya dari seluruh penjuru kota di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan ada yang berasal dari negara lain. Cina, Taiwan, Qatar untuk menyebut beberapa.
Continue reading “Foto”

Happy New Hijri Year 1442

source: freepik.com

Saya mempunyai grup WA yang sangat istimewa. Grup ini beranggotakan kurang dari 20 orang. Ada jadwal siapa yang harus menyapa tiap pagi dengan topik yang berbeda. Kadang tentang makanan, hobi, keluarga, pekerjaan, dan sebagainya. Kadang juga tentang isu-isu terkini tapi dikemas dengan bahasa guyonan. Ringan dan renyah.

Sapaan mengerucut pada resolusi Tahun Baru 1442 Hijriah kemarin. Bagi seorang muslim, bermuhasabah sangat dianjurkan. Setiap hari bahkan. Sebelum tidur menjadi saat yang tepat mengevaluasi diri. Kebaikan apa yang sudah dilakukan seharian dan keburukan apa yang seharusnya ditanggalkan.

Namun, pergantian tahun menjadi sesuatu yang istimewa. Saat yang pas untuk merefleksi capaian di tahun sebelumnya dan apa yang mesti diperbaiki di masa datang. Resolusi bahasa kerennya. Continue reading “Happy New Hijri Year 1442”

Mandi dan Nasionalisme

Upacara Virtual memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75 di SD Al Hikmah Surabaya

Oleh Hernawati Kusumaningrum

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Meskipun demikian, sekolah tetap berlangsung. Di jam-jam sekolah, bukan lagi pemandangan aneh menyaksikan anak-anak duduk menatap layar laptop, HP, tablet, dan sebagainya. Mulanya tegak, kemudian sedikit bersandar. Mereka sedang melakukan Video Conference dengan gurunya. Beberapa menggunakan Zoom, Google Meet, Webex, dan sebagainya.

Sama. Bungsu saya juga demikian. Ia duduk di kelas 6 SD. Ketika video conference selesai, ia segera mengerjakan modul yang ada di web sekolahnya. Lebih tepatnya di Learning  Content Management System (LCMS) sekolah. Sesekali ada juga tugas yang mengharuskannya membuka-buka buku secara manual, menggambar, mengerjakan proyek, dan seterusnya. Nah, biasanya posisi duduknya sudah berubah. Selonjoran atau bahkan tiduran. Alat tulis berserakan di sampingnya. Continue reading “Mandi dan Nasionalisme”

Warung Mami

Mungkin aku terlalu parno.

Safir memberitahu abinya kalau ia mau ikut lomba. Kompetisi game. Kalau tidak salah Mobile Legend. Game tersebut banyak digandrungi orang lintas usia, mulai anak-anak sampai orang tua. Bukan Safir namanya kalau informasi yang diberikan cukup jelas bagi kami. Ia selalu begitu. Menginfokan sesuatu sepotong sepotong.  Pokoknya lomba. Berkelompok. Tempat di Warung Mami. Bayarnya sekian.

Continue reading “Warung Mami”