Tentara-Tentara Allah (2)

Lalat, salah satu tentara-tentara Allah. Sumber: republika.co.id

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah. Jumat,  27 November 2020

Pada bagian pertama kita telah membahas tentara-tentara Allah berupa sekumpulan burung kecil yang diturunkan di kota Mekkah untuk menghancurkan pasukan gajah. Bisa dibaca di sini.

Sekarang kita akan mengupas tentara Allah dalam bentuk yang lain. Beberapa di antaranya adalah langit dan bumi. Sebagaimana disajikan dalam QS. Al Fath (48) ayat 4 yang artinya: Dialah Allah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah imannya. Hanya milik Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Continue reading “Tentara-Tentara Allah (2)”

Tentara-Tentara Allah (1)

Ilustrasi burung Ababil. Sumber: Hidayatullah.com

Tentara Allah sangat banyak jumlah dan ragamnya. Ada yang kasat mata ada yang ghaib. Yang kasat mata contohnya dari jenis manusia yaitu para sahabat yang mendampingi Rasulullah. Contoh yang ghaib bisa berwujud malaikat yang diturunkan dari langit.  Kita tidak mampu melihatnya. Dalam sebuah hadis disebutkan jika kita mampu melihat hal-hal ghaib maka kita tidak akan mampu tertawa. Sungguh. Ketika Rasulullah Muhammad SAW  melihat malaikat Jibril dalam wujud aslinya, beliau pun juga takut, kalut. Satu sayapnya saja sudah mampu menutupi bumi dan seisinya. Continue reading “Tentara-Tentara Allah (1)”

Manusia Anjing

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah.

Jumat, 11 Sept 2020

Tema kajian kali ini sangat menarik. Manusia anjing.

Apa dan bagaimana manusia anjing ini, Prof. Roem merujuk pada QS. Al A’raf ayat 175-179.

Ayat 175 menceritakan tentang orang yang telah diberi petunjuk namun dia meninggalkannya. Kemudian, setan mengikuti, menggoda, merayu, dan akhirnya memperdayanya hingga ia terperosok menjadi ghowiin alias orang yang tersesat.

Ayat 176 menggambarkan jika Allah ingin meninggikan derajat seseorang namun orang tersebut terpesona, tergoda, dan jatuh cinta pada kenikmatan dunia. Ia hanya mengikuti hawa nafsunya. Hawa nafsu telah menjadi Tuhan baginya. Orang seperti ini diumpamakan serupa anjing.

Inilah manusia anjing. Continue reading “Manusia Anjing”