Salam Emak Penggerak

Para emak penggerak Divisi Perempuan Masjid Babusalam (Dokumen pribadi)

Ya Allah… sampaikanlah kami pada Ramadan di tahun ini. Semoga Ramadan tahun ini menjadi  Ramadan terbaik bagi kami. Aamiin.

Salah satu  hal yang saya rindukan selama bulan Ramadan adalah mengelola bakti sosial (baksos) bersama para sahabat di perumahan. Mereka adalah emak-emak penggerak. Kami tinggal di Jaya Maspion Permata, Gedangan. Kompleks perumahan yang tidak terlalu besar. Hanya terdiri dari dua blok, Alexandrite (A) dan Berryl (B). Blok A terdiri dari 6 RT. Blok B ada 5 RT. Masing-masing RT terdiri dari 40-50 Kepala keluarga. Jadi, bisa dikira-kira jumlah totalnya. Kami disatukan dengan adanya satu masjid. Babussalam. Sesuai namanya, semoga ia menjadi pintu keselamatan bagi kami. Masjid ini sebagai pusat kegiatan baik itu keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Salah satunya baksos Ramadan yang dikelola para emak penggerak.

Inilah yang kami rindukan. Rindu pada kebersamaan kami dalam mengelola baksos. Rindu mengkoordinasikannya dalam sebuah meeting, mengonsepnya secara matang: berapa dana yang dibutuhkan, siapa menerima apa, berapa, kapan, di mana, dan bagaimana penyalurannya. Mendesain kupon, stiker yang ditempel pada tas, spanduk, dan yang paling penting dresscode panitia. Hehehe….

Rindu berbelanja bahan-bahan baksos, menunggu truk beras datang malam-malam, memilih dan memilah bahan-bahan terbaik, mengepaknya dalam tas-tas, dan mendistribusikannya pada yang berhak. Rindu menyaksikan anak-anak kami yang turut membantu. Tentu saja dengan cara kanak-kanak mereka. Kami yakin, suatu saat merekalah yang menggantikan kami karena mereka telah merekam aktivitas kami dalam ingatan masa kecilnya. Sementara itu, para suami tak mau kalah menyumbangkan tenaganya. Mengangkat dan menurunkan paket baksos yang jumlahnya ratusan sebelum didistribusikan. Semoga semuanya menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak. Aamiiin.

Rindu menyaksikan senyum mengembang di bibir para penerima. Para asisten rumah tangga, para security perumahan dan gudang di sekitar, marbot masjid, tukang taman, tukang sampah, para penjual yang masuk di perumahan, para yatim, janda dhuafa di desa sebelah, dan sebagainya.  Senyum mereka menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya semua kelelahan kami hilang, terbayar lunas oleh senyum mereka.

Antrian penerima baksos di depan Masjid Babussalam. Foto diambil sebelum Pandemi Covid-19. (Dokumen pribadi)

 

***

Sebelumnya, baksos ini diinisiasi oleh salah satu warga Berryl di tingkat RT, Bu Rosdiana dan kawan-kawan. Ketika PKK RW terbentuk, maka kegiatan ini diadopsi oleh PKK RW sehingga lebih luas cakupannya. Saat Divisi Perempuan Masjid Babussalam terbentuk, maka baksos ini semakin luas kebermanfaatannya. Merangkul dua blok sekaligus, dua RW, satu perumahan. Perolehan dana semakin besar, penerima manfaatnya pun semakin luas.

Tahun 2016 kami menargetkan 100 paket baksos dengan nilai masing-masing 100 ribu rupiah. Kami membutuhkan dana sebesar 12.897.000 rupiah. Realisasinya, kami mendapatkan lebih dari yang kami targetkan yaitu 16.940.000 rupiah. Karena dana berlebih, kami mencoba menyalurkannya ke luar yaitu ke desa Bangah dan panti asuhan terdekat.

Tahun 2017 kami menaikkan target dari 100 paket menjadi 200 paket. Nilainya pun kami naikkan menjadi 120.500 rupiah per paket. Dana yang kami harapkan sekitar 25 juta-an namun kami melampaui target kembali, yaitu 29. 535.000 rupiah. Kelebihan ini yang membuat kami menambah jumlah paket sekitar 50an. Mengalokasikan sebagian dana ke panti asuhan.

Karena trend yang bagus, tahun 2018 kami menaikkan lagi menjadi 300 paket dengan nilai per paketnya 130.000 rupiah. Isi paket baksos tersebut terdiri dari 1.5 kg beras, 2 lt minyak goreng, 1 kg gula pasir, 5 bungkus mie instan, 1 kotak teh/kopi, dan 1 botol kecap manis. Kami  targetkan dana sekitar 40 juta namun kami melampaui target yaitu 45.390.000. Kembali kami harus menambah paket karena kelebihan dana ini. Selain itu kami melakukan baksos eksternal ke desa binaan seorang ustadzah yang biasa mengisi kajian keputrian di masjid.

Paket Baksos dalam tas yang cantik (Dokumen pribadi)

Tahun 2019 kami membuat 350 paket baksos dengan nilai 135.000 rupiah per paketnya. Dana yang kami butuhkan sekitar 48 juta namun kami mampu mengumpulkan dana sampai 55. 450.000 rupiah. Kami merasa dimudahkan oleh Allah dalam mengumpulkan dana ini. Kami sudah mengantisipasi lonjakan ini dan segera membuat paket tambahan, mengirim sebagian dana ke panti asuhan, melakukan baksos ekternal dengan skala lebih luas.

Tahun 2020 karena awal-awal pandemi kami (saya khususnya) setengah hati melakukan baksos. Takut jangan-jangan responnya rendah. Hampir semua orang terdampak Covid. Kami juga harus ekstra hati-hati dengan tetap melakukan protokol kesehatan. Namun, sahabat-sahabat saya di PKK RW begitu bersemangat, apalagi bu Lisya-bu RW kami. Sebagai jalan tengahnya,  kami hanya membuat baksos atas nama RW Berryl saja. Sebagai uji coba. Kalau ini berhasil, di tahun mendatang kami akan melakukan atas nama Divisi Perempuan Masjid.

Saya bersama sebagian panitia baksos 2020– santai sejenak setelah mengambil paket baksos untuk didistribusikan dari rumah panitia. (Dokumen pribadi)

Kami hanya menarget 60 paket senilai 141.500 per paketnya. Itu pun hanya untuk ART Blok Berryl, security, marbot masjid dan penjual kelililing yang masuk blok Berryl. Dana yang kami butuhkan sekitar 8. 490.000 rupiah. Ternyata kami mendapatkan dana sebesar 16.239.500 rupiah. Akhirnya menambah paket lagi dan harus didistribusikan ke security blok A, gudang, dan sebagainya. Butuh kerja keras.

Para penerima bakos menerima paket baksos di rumah panitia yang ditunjuk dengan prokes ketat (Dokumen pribadi)

Karena masa pandemi, pendistribusian paket dilaksanakan tidak terpusat di Masjid. Para penerima mendatangi rumah panitia yang ditunjuk dengan prokotoler kesehatan yang ketat. Termasuk waktu pengambilan. Tidak boleh bergerombol.

Berangkat dari hal di atas, tahun 2021 ini kami mencanangkan kembali Baksos Ramadan atas nama Divisi Perempuan Masjid Babussalam. Artinya, emak-emak di blok A dan B kembali bergerak bersama, menjadi jembatan kebaikan para donatur yang ada.  Rindu emak-emak akan terobati tampaknya. Semoga kami semua diberi kesehatan, para donatur diberikan keluasan rezeki sehingga kami bisa menyalurkannya dengan baik sesuai yang diamanahkan.

Mohon doanya agar diberi kemudahan dalam pengelolaannya. Mengumpulkan sumber daya manusia, dana, membelanjakannya, mengepaknya, dan mendistrbusikannya. Bismillah…

Salam Emak Penggerak.

Segera merapat.

 

Sidoarjo, 31 Maret 2020

4 Replies to “Salam Emak Penggerak”

  1. Kegiatan yg sangat banyak memberi manfaat bg yg nembutuhkan… Semoga terus berkelanjutan… Salam emak emalk energik dan sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published.