Manusia dan jin adalah dua makhluk yang mendapat taklif atau kewajiban yang sama seperti disebutkan dalam QS. Az Zariat (51) ayat 56 yaitu beribadah kepada Allah. Sebagaimana manusia, bangsa jin juga ada yang beriman, kufur, dan bahkan munafik.
Kisah jin yang beriman bisa dibaca pada QS. Al Jin (72) ayat 1-7.
Dikisahkan ada serombongan jin yang diutus oleh Allah kepada majelis Rasulullah Muhammad SAW. Mereka mendengarkan bacaan yang sangat mengagumkan yaitu Alquran. Dikatakan mengagumkan karena bacaan tersebut memberikan petunjuk pada jalan yang benar sehingga mereka beriman dan tidak menyekutukan Allah dengan siapapun dan apapun. Mereka pun percaya bahwa Allah SWT itu esa, tidak beristri dan tidak beranak. Namun, di antara mereka ada yang bodoh dan melampaui batas. Di samping itu, diceritakan juga tentang sekelompok manusia yang meminta pertolongan pada jin padahal jin tersebut semakin menyesatkan mereka.
Sikap ideal Jin terhadap Alquran bisa dibaca pada QS. Al Ahkaf (46) ayat 29-35.
Di ayat 29, Allah mengutus serombongan jin pada majelis Rasulullah Muhammad SAW. Ketika mereka mendengar Alquran dibacakan, mereka segera menginstruksikan pasukannya untuk diam. Setelah bacaan tersebut selesai, kawanan jin ini pulang ke kampung mereka untuk menjadi mundzir atau pemberi peringatan bagi kaumnya.
Dalam memberikan peringatan pada kaumnya, ada beberapa tahap yang dilakukan.
- Informatif. Ayat 30 menceritakan mereka menginformasikan pada kaumnya bahwa mereka baru saja mendengar dari kitab yang diturunkan setelah Nabi Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Kitab tersebut memberi petunjuk kepada yang haq dan juga pada jalan yang lurus/kebenaran.
- Peringatan. Ayat 31 menunjukkan bahwa mereka meminta kaumnya untuk menerima seruan yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan beriman. JIka mengikuti, Allah akan memberikan reward berupa ampunan dan diselamatakan dari azab.
- Punishment. Ayat 32 menyebutkan siapa yang tidak sudi memenuhi seruan Rasul itu maka dia tidak akan luput/lari dari azab Allah. Dan pasti tidak ada pihak yang bisa melindungi selain Allah. Mereka itu semua dalam kesesatan yang sangat nyata
Selain itu, ayat 33 berisi tentang dorongan untuk berpikir, agar mencermati bukti-bukti kekuasaan Allah termasuk penciptaan langit dan bumi. Bumi diciptakan selama 2 hari tanpa sarana kemudian Allah melengkapinya dengan selama 4 hari. Totalnya 6 hari. Meskipun ada beberapa tafsir yang menerjemahkan penciptaan bumi selama 6 masa, namun Prof Roem tidak setuju karena terminologi masa menjadi tidak jelas. Beda dengan hari sehingga mudah untuk memvisualisasikan. Baru setelah itu diciptakan langit.
Dalam ayat tersebut juga disebutkan tentang betapa mudahnya bagi Allah untuk menghidupkan orang mati. Salah satu kisah yang terkenal adalah matinya Nabi Uzer yang menurut orang Yahudi adalah anak Allah. Allah menjadikannya mati selama 100 tahun. Ketika bangun, ia ditanya berapa lama ia mati? Ia menjawab selama satu hari padahal sudah 100 tahun. Keledainya sudah menjadi tulang belulang sementara makanan di sampingnya masih segar. Ini menunjukkan kekuasaan Allah.
Kisah Ashabulkahfi, contoh lainnya. Mereka ditidurkan Allah selama 309. Allah menunjukkan kekusasaannya dengan membangunkannya kembali. Kelak kita akan dibangunkan Allah melalui tiupan sangkakala dan bergegas menuju padang Mahsyar. Ini menunjukkan pendengaran kita lebih vital dibanding penglihatan. Kemampuan pertama yang dimiliki bayi juga pendengaran dan bukan penglihatan.
Ayat 34 berisi pengingat tentang neraka sementara ayat 35 berisi perintah pada Rasulullah Muhammad SAW untuk bersabar sebagaimana sabarnya ulul azmi.
Demikian sikap ideal Jin terhadap Alquran. Ketika dibacakan, mereka diam. Setelah mendapat pencerahan, segera menyampaikan pada kaumnya. Semoga kita bisa meneladani sikap tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Balighu anni walau ayah, sampaikanlah walau satu ayat. Minimal pada keluarga kita sehingga kita bisa menjaga keluarga kita dari api neraka. Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita. Aamiin.
Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al HikmahJumat, 25 Sept 2020
Surabaya, 28 September 2020
