Rumah

Rumah baru kami. Foto diambil 28 Juli 2012. Sekarang full tanaman. Terima kasih Abi yang sudah memberi kami rumah yang luas dan penuh cinta. (dok. pribadi)

Home is where the heart is, kata Elvis Presley. Rumah adalah tempat di mana hati kita bersemayam. Hati setara dengan cinta, kebahagiaan, dan kenyamanan. Mengapa home bukan house? Bahasa kita menerjemahkan kedua kata tersebut dengan arti yang sama yaitu rumah. Sejatinya, makna keduanya sangat berbeda. House mengacu pada bangunan fisik sementara home adalah atmosfirnya, suasananya. Itulah mengapa ada istilah home sweet home bukan house sweet house. Go home bukan go house untuk menyatakan pulang. Hometown bukan housetown untuk menyatakan kampung halaman. Ya, karena ada something-nya. Sebut saja perasaan rindu, cinta yang nyaman.

Bisa jadi kita memiliki rumah yang besar–a big house-– tapi belum tentu menjadi a big home manakala atmosfir di dalamnya tidak cukup kondusif untuk tumbuhnya cinta. Sebaliknya,  meskipun kita tinggal di rumah tipe 21, masih ngontrak, atau ngekos sepetak misalnya tapi menjadi a very very big home karena cinta bisa kita sesap di setiap sudutnya. Baiti jannati.

Terima kasih Abi yang sudah memberi kami rumah yang luas dan penuh cinta. Continue reading “Rumah”