Belajar Menulis Antologi

 

Saya tidak bisa mengikuti pelatihan RVL Batch 3 kemarin sore, Senin (11/3/24) karena sedang ziarah kubur. Ritual tahunan bagi masyarakat muslim pada umumnya menjelang Ramadan. Untunglah teknologi memudahkan semuanya saat ini. Saya masih bisa menyaksikan agenda pelatihan tersebut. Di antara rinai hujan subuh, saya menikmati isi pelatihan tersebut. Sekaligus me-recharge pengetahuan terkait antologi. Ini saya sematkan link-nya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=DdQCF_AqMA4 Continue reading “Belajar Menulis Antologi”

Menulis dengan Kalimat Pendek

https://www.goodreads.com/book/show/24984825-kalimat-jurnalistik

Dua pekan lebih saya mengamati berita yang dikirim para humas di website Al Hikmah (https://alhikmahsby.sch.id/).  Senang sekali melihat semangat teman-teman mengisi konten website. Rata-rata humas mengunggah 1-7 berita dalam sepekan terakhir ini. Panjang berita yang dikirim antara 100 sampai 300 kata. Terbagi dalam tiga sampai empat paragraf. Saya melihat unsur-unsur dasar berita sudah ada di dalamnya. 5W plus 1 H.

Namun demikian,  saya menemukan masih banyak di antara tulisan tersebut menggunakan kalimat-kalimat panjang. Bahkan ada yang sampai memisahkan kalimat-kalimat panjang tersebut dalam tiga tarikan nafas. Alias tiga tanda koma. Ini masih mending. Ada kalimat yang panjang tak berjeda. Untuk membacanya, saya sampai terengah-engah. Kehabisan napas. Continue reading “Menulis dengan Kalimat Pendek”

Apakah Menulis Berita itu Sulit?

source: https://www.istockphoto.com/

Menurut KBBI, berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Definisi lain berita adalah laporan. Kalau melihat definisi ini, tentu saja banyak hal yang bisa kita laporkan dari sekolah kita. Mulai dari hal-hal rutin sampai insidentil.

Rutinitas harian anak masuk gerbang sekolah sampai mereka berpamitan pasti terdiri dari rentetan cerita atau peristiwa. Kegiatan rutin terprogram baik itu mingguan, bulanan, dan tahunan pasti mengandung berita. Belum lagi agenda-agenda insidentil yang tidak jarang menyisip dalam setahun tentu juga berpotensi menjadi berita. Intinya, setiap hal bisa jadi berita. Tinggal, seberapa peka kita terhadap lingkungan sekitar. Continue reading “Apakah Menulis Berita itu Sulit?”

Guru, Ayo Menulis

Hari Sabtu, 23 September 2023 merupakan hari istimewa bagi kami-para guru SMP Al Hikmah Surabaya. Kami mengundang tamu istimewa di bidang literasi bagi pembinaan guru internal. Much. Khoiri, pegiat literasi, editor buku, dan dosen yang baru saja mendapatkan gelar doktor di bidang Bahasa dan Sastra UNESA. Alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993) dan Summer Institute in American Studies di Chinese University of Hong Kong (1996) ini membawakan materinya dengan sangat apik.

Pak Khoiri-begitu kami menyapanya- mengatakan, “Apa yang kita angankan akan lenyap, apa yang kita katakan akan musnah, apa yang kita lakukan akan tak tersisa—kecuali dituliskan. Ia akan abadi dan menyejarah.” Continue reading “Guru, Ayo Menulis”

Jangan Takut Menulis

source: QutesGram

Sebagian orang menganggap menulis itu menakutkan. Takut tidak bisa menulis. Takut tulisannya jelek. Takut digunjing di belakang karena tulisannya jelek. Takut ditertawakan. Takut tidak bisa memulai tulisan karena tidak ada ide. Kalau sudah bisa memulai takut tidak bisa mengakiri tulisan.  Dan takut-takut yang lain.

Sebenarnya sah-sah saja orang bersikap demikian. Barangkali karena budaya tutur atau lisan kita lebih mendominasi dibanding budaya tulis. Kita lebih senang berbicara. Tidak ada yang salah dengan budaya tutur namun kalau kita menggenapinya dengan budaya tulis alangkah eloknya. Ingatan manusia sangat terbatas. Ilmu yang kita dapat hari ini belum tentu kita ingat keesokan hari. Maka ikatlah ilmu dengan tulisan, begitu kata Ali bin Abi Thalib berabad silam. Continue reading “Jangan Takut Menulis”

Writing is Healing

source: https://writingthroughthebody.com/

Saya sering mendengar kalimat yang saya jadikan judul tulisan ini. Menulis itu menyembuhkan. Saya juga pernah bertemu seseorang yang mengamalkan terapi ini. Seorang guru penulis yang tetap eksis di usia senjanya. Saya bertemu dengannya di sebuah pelatihan menulis. Padahal, beliau baru saja pasang ring di jantungnya. Menurutnya, menulis itu menyembuhkan.

Sahabat pembaca pasti pernah menonton film Habibie dan Ainun. Film produksi tahun 2012 itu dibintangi oleh Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun. Film itu kabarnya sangat sukses meraup penonton. Tidak kurang dari 4,7 juta penonton menyaksikan romansa mantan Presiden RI ke-3 tersebut. Film Habibie dan Ainun tersebut diangkat dari memoar yang ditulis oleh almarhum Habibie dengan judul sama. Beliau menulis buku itu atas saran seorang dokter untuk menyembuhkan diri dari depresi kehilangan istri yang sangat dicintainya. Continue reading “Writing is Healing”

Enam Catatan Penting dalam Menulis

Kalimat yang panjang seperti ini bisa dipecah menjadi beberapa kalimat pendek. Sumber: dokumen pribadi

Hari ini saya membersamai guru-guru TK Al Hikmah Surabaya untuk mewujudkan impian mereka. Membuat buku. Sehari sebelumnya, kepala sekolah memberikan link tulisan para guru ini. Ketika saya buka, ada 24 tulisan. Setiap tulisan terdiri dari 4-5 halaman A4. Hanya ada dua tulisan yang panjangnya antara 6-8 halaman. Kalau tulisan itu dirapikan, sudah jadi satu buku berukuran A5 dengan jumlah halaman lebih kurang 200.

Saya membaca satu demi satu tulisan tersebut sekaligus membuat catatan sederhana yang akan saya sampaikan di forum hari ini. Ternyata yang saya temukan serupa dengan yang sudah-sudah. Artinya, penulis pemula cenderung melakukan hal yang sama sehingga saya memberi masukan beberapa hal. Continue reading “Enam Catatan Penting dalam Menulis”

Menulis Biografi

Beberapa tahun yang lalu saya menulis biografi kepala sekolah saya. Saat itu, beliau hendak purna tugas dan saya ingin menghadiahi sebuah buku. Pilihan saya jatuh pada biografi. Beliau adalah kepala sekolah yang dicintai sekaligus disegani. Ia sangat dekat dengan bawahan. Kemampuannya menjalin silaturahim patut diacungi jempol. Tak jarang ia berkunjung ke rumah para pegawai teknis seperti cleaning service, satpam, dan sebagainya. Meskipun demikian, ia bisa sangat tegas. Di zamannya, banyak siswa dan guru meraih prestasi.

Biografi itu saya tulis dalam beberapa bulan. Ketika purna tugas benar-benar datang, biografi  tersebut selesai cetak. Biografi berjudul Gatot Sulanjono, Pendidik Cerdas Pemimpin Tangkas dibagikannya pada para guru dan kolega. Kadang ketika ada tamu penting yang datang, biografi itu berpindah tangan. Sebagai orang di balik biografi itu, tentu saya merasa senang. Rasa percaya diri itu melahirkan biografi-biografi lainnya. Namun, tidak semuanya sukses. Ada yang karena suatu hal, biografi tersebut mandek pengerjaannya. Continue reading “Menulis Biografi”