
Saya mempunyai grup WA yang sangat istimewa. Grup ini beranggotakan kurang dari 20 orang. Ada jadwal siapa yang harus menyapa tiap pagi dengan topik yang berbeda. Kadang tentang makanan, hobi, keluarga, pekerjaan, dan sebagainya. Kadang juga tentang isu-isu terkini tapi dikemas dengan bahasa guyonan. Ringan dan renyah.
Sapaan mengerucut pada resolusi Tahun Baru 1442 Hijriah kemarin. Bagi seorang muslim, bermuhasabah sangat dianjurkan. Setiap hari bahkan. Sebelum tidur menjadi saat yang tepat mengevaluasi diri. Kebaikan apa yang sudah dilakukan seharian dan keburukan apa yang seharusnya ditanggalkan.
Namun, pergantian tahun menjadi sesuatu yang istimewa. Saat yang pas untuk merefleksi capaian di tahun sebelumnya dan apa yang mesti diperbaiki di masa datang. Resolusi bahasa kerennya.
Saya rangkum di sini sebagai pengingat. Mungkin bermanfaat bagi teman-teman.
Versi emak-emak secara umum mengerucut pada: ibadah masih belum optimal, sabar perlu ditingkatkan, dan belum bisa berhemat. Berhemat ini yang menarik mengingat emak-emak tidak jarang gampang kepincut promo. hehehe…
Sabar juga menjadi poin penting bagi emak mengingat mendampingi anak-anak gampang-gampang susah. Kadang gampang kadang ngegas. Bukankah begitu, Mak? Supaya nggak ngegas harus dikasih rem. Nah, rem ini yang harus dicari.
Ini yang versi bapak-bapak. Semakin aktif menjadi pengurus masjid, segera bisa menyelesaikan pembangunan masjid, bisa segera mendampingi anak melamar calon istri, selaku suami mendampingi istri khatam tiap akhir bulan, supaya bisa ternak sapi di desa.
Yang versi netral ada. Peduli dengan sesama terutama keluarga besar. Lebih dekat sama Allah. Lebih bisa bermanfaat bagi orang lain. Berbakti dan membahagiakan orang tua.
Intinya hablum minallah dan hablum minannas. Meningkatkan bonding kita pada Allah dan pada sesama. Keseimbangan hubungan vertikal dan horisontal.
Lalu apa yang menjadi resolusi saya? Selain hal-hal baik di atas, secara khusus saya punya target membaca novel-novel religi lebih banyak lagi. Bagi saya, membaca akan memperkaya jiwa. Selain membaca, saya ingin lebih istiqomah menulis dengan kualitas tulisan lebih bergizi.
Yang tidak kalah penting, lebih mencintai suami.
Aiih….
Kalau kamu?
Happy New Hijri Year
1 Muharram 1442
Wish You A Happy And Blessed
Sidoarjo, 1 Muharram 1442H.
