
Kalau Anda pernah menyaksikan TED TALKS, yang akan saya ceritakan ini mirip-mirip lah. Beberapa hari yang lalu, Direktur Pendidikan Al Hikmah Surabaya meminta saya melihat salah satu program di SMA Al Hikmah Surabaya. Kapasitas saya sebagai Tim Penjamin Mutu. Jadi, saya tidak sekadar datang melainkan harus memberikan laporan kegiatan tersebut. Nah, tulisan saya ini sedikit banyak improvisasi laporan yang sudah saya buat.
Adalah Ustad Chusnul Rozaqie, sang penggagas program Youth Talks ini. Beliau adalah pimpinan saya ketika kami masih mengelola Pusat Bahasa Al Hikmah Surabaya. Pak Chus, begitu kami memanggilnya, memang tergila-gila dengan TED TALKS. Semacam konferensi yang membagikan ide atau gagasan-gagasan brillian dengan pembicara dari berbagai macam bidang.
TED adalah organisasi media nirlaba yang mengunggah presentasi secara gratis dan didistribusikan online, di bawah slogan ideas worth spreading. TED sendiri adalah kependekan dari Technology, Entertainment, and Design. Concern awal ketiga bidang tersebut, sesuai asal Silicon Valley-nya. Bagaimana mengawinkan teknologi, desain dengan entertainment agar lebih membumi. Semakin lama, semakin lebar fokus dan presentasinya merangkul berbagai topik akademis, budaya, dan ilmiah. Kalau ingin menyelam lebih jauh, silakan membaca di https://www.ted.com/talks?language=id
Versi bahasa Indonesianya juga ada. Salah satunya bisa disimak di https://www.tedxjakarta.org/
***
Nah, inilah kreatifnya mantan bos saya itu. Beliau memodifikasi ide TED Talks menjadi Youth Talks sebagai Penilaian Akhir Tahun (PAT) mata pelajaran bahasa Inggris kelas X dan XI Internasional. Isi talks-nya adalah visi-misi Kelas Internasional SMA Al Hikmah Surabaya. Menurut Pak Chus program ini bertujuan membantu siswa di kelas internasional menemukan visi dan misi hidup mereka sehingga mereka tahu arah belajar di kelasnya untuk tujuan studi lanjut. Selain itu, juga melatih public speaking sekaligus unjuk kebolehan mereka dalam berbahasa Inggris.
Presentasi dilakukan offline di hadapan kedua orang tua, dua guru juri, dan dua native speakers. Di sini saya melihat Ustazah Rurin—sahabat saya di Pusat Bahasa Al Hikmah Surabaya dan Pak Marko—teman sesama Calon Guru Penggerak. Sayang, mereka sibuk menjuri sehingga saya sungkan mengajak selfi.
Untuk kelas X dilaksanakan dalam dua hari, Senin-Selasa, 3-4 Mei 2021. Masing-masing siswa mempresentasikan materinya dalam waktu 10-15 menit. Saya mencatat ada sekitar 12-13 siswa per harinya. Presentasi ini bersifat terbatas dan mematuhi prokes Covid-19. Artinya, sudah ada jadwal yang harus dipatuhi terkait jam presentasi. Begitu juga kehadiran orang tua. Mereka hanya datang pada saat putra/inya presentasi dan segera pulang begitu mereka selesai. Dengan konsep yang sama, kelas XI akan melaksanakan PAT ini pada 25 dan 27 Mei 2021.
Dari pengamatan yang saya lakukan, program ini sangat menarik karena melatih kemampuan public speaking siswa. Bukan hal yang mudah lo. Apalagi harus mempresentasikan road map hidupnya di depan orang tua. Pakai bahasa Inggris pula. Hehehe… Selain itu, menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Yang tidak kalah pentingnya, melatih mereka berpikir runut terstruktur. Presentasi yang mereka bawakan mengikuti pola tertentu yang diminta. Tentu saja dengan improvisasi kecil di sana-sini ketika mereka lupa beberapa hal.
Pola presentasi sebagai berikut:
- Mengapa mereka memilih kelas internasional.
- Apa yang telah mereka pelajari di kelas internasional.
- Bagaimana perkembangan studi mereka. Di antaranya TOEFL Preparation, CCU, IELTS Preparation, English Classes, Australian Students’ Visit, English Native Teachers, International Talks, dan lainnya.
- Apa visi hidup mereka. Apa yang ingin mereka capai seperti kuliah di mana, berkarir sebagai apa dan di mana.
- Bagaimana cara mencapai visi tersebut.
- Apa kekuatan dan kelemahan mereka
- Beberapa hal yang mereka lakukan untuk menghilangkan kelemahan mereka
- Beberapa hal yang mereka lakukan untuk mencapai visi mereka
Penampil di awal tampak masih serius, mungkin nervous tetapi seiring berjalannya waktu presentasi mereka berjalan dengan mulus. Cukup cair. Bahkan sangat cair sehingga juri sangat mengapresiasi kemampuan mereka menceritakan pengalaman dan harapan mereka ke depan. Masukan-masukan juri sangat bernas. Bahkan ketika mendapati peserta yang kurang persiapan, juri penutur asli ini menasehati agar lebih menyiapkan diri ke depan.
Kesan orang tua terhadap program ini menunjukkan hal positif karena bisa menyaksikan putra/inya mempresentasikan road-map hidupnya di hadapan mereka. Dengan demikian, mereka bisa membantu agar putri/inya bisa mencapai apa yang sudah dicita-citakan. Setelah presentasi mereka berfoto bersama. Tampak aura kebanggaan terpancar di wajah penuh senyum. Starting point yang bagus bagi kelas internasional.
Sukses selalu SMA Al Hikmah Surabaya.
Sidoarjo, 5 Mei 2021

Satu kata: Hebat
terima kasih pak sudah mampir