
Ada yang menarik dalam dua-tiga hari ini. Saya di-invite oleh sahabat saya bu Nursofiah ke dalam grup Calon Guru Penggerak (CGP) Surabaya. Segera saya ikuti link yang dibagikan dan mendapati ada beberapa orang yang sudah bergabung. Dari sekitar 30-an guru, hanya dua orang yang ada di kontak HP saya. Pak Aan Minan dan bu Nursofiah. Keduanya guru SD Kyai Ibrahim Surabaya. Saya kenal baik dengan Pak Aan di seleksi lomba guru beberapa tahun silam. Bu Nursofiah, saya mengenalnya karena kami memiliki minat yang sama: literasi.
Dengan cara yang sama saya mengirim tautan tadi kepada teman-teman guru di Al Hikmah Surabaya yang kebetulan lolos di seleksi CGP Angkatan 2 ini. Ada tujuh guru SD, salah satunya pengajar praktik. Tiga orang guru SMP—termasuk saya dan satu orang guru SMA. Tidak lama berselang mereka sudah gabung ke grup CGP Surabaya.
Di sinilah semua kisah berawal.
Masing-masing kami yang baru datang segera mengenalkan diri. Yang lainnya menyambut dengan hangat. Meski sekadar small-talk tapi menurut saya itu sangat berarti. Beberapa di antara kami reunian dengan teman semasa SD. Beberapa yang lain terhubung dengan teman kuliah. Lainnya bereuni dengan teman-teman pejuang lomba. Ada juga yang baru pertama kali ikut “ramai-ramai” seperti ini. Semuanya berkumpul untuk satu tujuan. Berpartisipasi menjadi calon penggerak pendidikan. Merasa terpanggil untuk berkolaborasi dalam melakukan perubahan.
Anggota grup berdatangan dari hari ke hari. Saya segera menyimpan nama-nama mereka. Karena pada seleksi awal kami sudah membaca lini masa pendidikan bagi CGP, beberapa orang mulai menanyakan apakah jadwal bimtek diundur, kapan lokakarya, di mana tempat Rapid test murah dan sebagainya.
Uniknya, beberapa teman mulai membagikan jadwal (meskipun itu milik provinsi lain). Dari grup sebelah, tulisnya. Tidak lama kemudian ada yang membagikan jadwal P4TK IPA, lengkap dengan run-down acaranya. Juga dari grup sebelah, tulisnya. Sesaat kemudian ada yang membagikan modul-modul yang harus dibaca. Lengkap. Juga dari grup sebelah. Sejurus kemudian, slide presentasi tentang pelaksanaan pendidikan yang harus kami ikuti. Juga dari grup sebelah. Saya jadi bertanya-tanya, sebelah mana ya? hehehe… Ketika ada yang menanyakan dapat dari grup mana informasi tersebut, jawabnya ada banyak grup. WOW…
Analisa saya, teman-teman di grup ini punya link istimewa. Bisa jadi itu temannya yang menjadi pengajar praktik, fasilitator, atau kepala sekolahnya yang sedang rapat koordinasi. Ternyata benar. Kehebohan tidak cukup berhenti di situ. Bu Prapti, teman kuliah S1 saya membagikan potongan jadwal nama kelompok. Di situ tertulis namanya. Siapa bertemu siapa dalam satu kelompok, siapa pengajar praktik dan fasilitatornya. Yang bisa menemukan namanya merasa senang. Sebaliknya, yang namanya belum tertera merasa galau. Beberapa orang menanyakan mengapa namanya tidak ada. Tentu saja Bu Prapti tidak bisa menjawab karena memang ia mendapat kiriman dari teman. Kebetulan ada nama Bu Prapti. Singkat cerita, Bu Prapti dipaksa meminta ke temannya yang menjadi sumber pengirim daftar kelompok. Hehehe…
Selain daftar nama kelompok ada juga yang membagikan Undangan Lokakarya tetapi setelah diteliti bukan untuk Jawa Timur. Undangan ini juga dapat dari grup sebelah, katanya. Akibatnya, banyak di antara kami yang bolak-balik melihat ke SIM-PKB, barangkali ada informasi terbaru. Ternyata masih nihil.
Hingga kemarin. Salah satu anggota grup mengabarkan kalau ada grup baru Calon Guru Penggerak. Kehebohan jilid dua terjadi. Masing-masing membuat grup kecil untuk berkoordinasi. Saya sendiri memilih bertahan untuk tidak membuat grup sebelum semua jelas, siapa pengajar praktik dan fasilnya. Namun, saya di-invite Bu Vivien– teman satu kelompok saya dalam sebuah grup. Tidak lama kemudian saya memasukkan anggota-anggota yang lain. Pada saat yang sama, Bu Kurnia membagikan tautan grup baru dengan Pak Miftah sebagai Pengajar Praktiknya. Kami bergabung ke grup Pak Miftah. Grup lama? Saya remove semua teman saya.
Tidak terlalu lama untuk berkenalan ternyata grup kami pun akhirnya digabung dengan grup lain. Pak Miftah meremove semua anggotanya. Kami bergabung dengan grup Pak Puguh sebagai Pengajar Praktiknya dan Bu Anastacia sebagai fasilitatornya. Dari yang awalnya hanya 6 menjadi 16. Jadi, dalam sehari bisa jadi kami tergabung dalam beberapa grup yang berbeda. Bukankah begitu, kawan?
Inilah catatan pertama saya menjalani kehidupan sebagai CGP angkatan 2. Saya bisa merasakan aura semangat yang menyala-nyala pada teman-teman semuanya. Setidaknya terbaca pada kehebohan di grup awal yang sampai hari ini sudah beranggotakan 70 orang. Masing-masing bergerak menyukseskan Guru Penggerak. Semoga semangat terus menyala. Salam Guru Penggerak.
Sidoarjo, 8 April 2021
#diarycalongurupenggerak
https://www.facebook.com/hernawati.kusuma/
