Pendidikan dan Perubahan

Pendidikan adalah tempat bersemainya benih-benih kebudayaan. Kebudayaan ini akan mewujudkan sebuah peradaban. Dengan bahasa sederhana bisa kita katakan bahwa tugas guru tidak berhenti sebatas mentransfer informasi, membersamai siswa, dan menuliskan nilai di akhir pembelajaran tetapi jauh lebih dalam dari itu. Membentuk peradaban.
Itulah salah satu filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara (KHD) yang saya pelajari saat ini. Sebagai guru, terus terang saya malu baru kali ini mengakrabi pemikiran Bapak Pendidikan Nasional kita itu. Barangkali, kalau tidak tergabung dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) ini saya tidak tergugah mempelajarinya. Saya yakin, saya bukan satu-satunya guru yang merasakan hal ini. PPGP ini menumbuhkan sebuah kesadaran baru akan arti pendidikan. Untunglah, saya bisa ikut terjaring dalam kesadaran berjamaah ini. Continue reading “Pendidikan dan Perubahan”
Mengulik Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Konsep pendidikan dan pengajaran yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara (KHD) sangat maju karena memerdekakan kehidupan manusia. Artinya, pendidikan memberikan kesempatan seluas-luasnya pada manusia untuk menjadi manusia yang utuh. Jiwa dan raga, lahir dan batin. Dalam konsep KHD hal ini disebut budi pekerti.
Budi adalah ranah batin yang meliputi tri sakti yaitu pikiran, rasa, dan kemauan. Kita lebih sering mendengarnya sebagai cipta, rasa, dan karsa. Pekerti adalah ranah lahir yang mewujud tenaga. Dengan kata lain, budi pekerti merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kemauan (budi) sehingga menimbulkan tenaga (pekerti). Continue reading “Mengulik Pemikiran Ki Hajar Dewantara”
