Tentara-Tentara Allah (3)

Salah satu Firaun. Sumber: republika.co.ic

Disarikan dari Kajian Tafsir Prof. DR. H. Moh. Roem Rowi, MA. untuk Pegawai YLPI Al Hikmah. Jumat,  4 Desember 2020

Pada pertemuan-pertemuan terdahulu, kita sudah membahas tentang tentara-tentara Allah dalam bentuk langit, bumi, dan binatang-binatang kecil yang lebih kecil dari burung. Anda bisa membacanya di sini. 

Sebelumnya, tentara-tentara Allah dalam bentuk burung yang dikirim Allah pada Abrahah.  Anda bisa membacanya di sini. Kali ini kita akan membahas tentara Allah yang berkaitan dengan Firaun dan para pengikutnya.

Kalau ada manusia  yang berani mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan yang Maha Tinggi–Ana rabbukumul a’la, orang itu adalah Firaun. Tentara apa yang dikirim Allah kepada Firaun dan kaumnya itu? Dalam QS. Al A’raf (7) ayat 133 disebutkan angin topan, belalang, kutu, katak, dan darah.

Karena kesombongannya, Allah mengirim Firaun tentara yang berbentuk angin topan, badai yang sangat keras. Kalau badai sudah datang, kapal besar pun bisa dibalikkan, ditenggelamkan di lautan, rumah bisa dihancurleburkan, tower semua bangunan bisa dirobohkan. Di negeri Firaun saat itu Allah mengirimkan angin topan yang menyapu lahan pertanian mereka. Semuanya hancur.

Kemudian  Allah juga mengirimkan belalang yang melahap pertanian mereka. Seluruh negeri dipenuhi belalang.  Tidak cukup di situ. Allah mengirim kuman atau kutu. Makhluk kecil. Karena saat itu mereka mengenalnya sebagai kuman. Mereka belum mengenal virus atau bakteri seperti  yang kita kenal saat ini. Meskipun sudah dibombardir dengan tentara Allah ini, Firaun dan pengikutnya tetap tidak mau beriman.

Dalam kehidupan saat ini pun kita bisa menyaksikan fenomena seperti ini. Beberapa bulan yang lalu, kita mendengar berita tentang jutaan belalang yang menyerbu Asia dan Afrika sehingga semua tanaman habis sebelum dipanen. Kita pun sudah hafal tentang makhluk-makhluk mikro seperti virus dan bakteri. Ternyata mereka mampu memporakporandakan bangunan peradaban manusia. Banyak manusia yang harus tewas. Uniknya, justru korban yang paling besar menimpa negara super power. Lebih dari 10 juta penduduk Amerika diserang Corona. Nuklir dan pesawat tempur paling mutakhir pun tidak bisa melawan virus Corona ini.

Betapa tentara Allah yang kecil ini mampu mengalahkan kekuatan besar manusia. Tidak hanya manusia saja yang tumbang tetapi kehidupan ekonomi mereka juga tumbang. Sudah hampir setahun kita berhadapan dengan virus ini.

Allah mengirim kembali tentaranya yang lain. Katak dan darah. Katak menyerbu seluruh negeri dan darah memenuhi sumur tempat mereka minum. Sungai Nil berubah menjadi darah. Mengapa bisa demikian? Karena mereka semua tunduk patuh tanpa reserve kepada Allah. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali Imran (3) ayat 83 yang intinya mengapa mereka mencari agama lain selain Islam padahal segala apa yang di langit dan bumi menyerahkan diri pada Allah.

Allah menegaskan kembali dalam QS. Al Hajj (22) ayat 18. Dalam ayat ini kita diingatkan bahwa semua yang ada di bumi ini sujud tunduk patuh pada Allah tanpa tawar menawar. Apa saja itu? Yang di langit dicontohkan matahari, bulan, dan bintang. Matahari yang besarnya 300 ribu kali planet bumi saja tunduk pada Allah. Yang di bumi juga dicontohkan gunung-gunung yang tunduk pada Allah. Pohon-pohon yang bersujud karena Allah mengirimkan tentaranya berbentuk angin. Semua makhluk melata juga bersujud. Semuanya tunduk patuh kecuali satu yaitu manusia. Mayoritas manusia tidak mau tunduk patuh pada ketentuan Allah. Maka mereka pasti akan mendapatkan azab dari Allah.

Akibat dari tunduk patuhnya jagad raya maka kita bisa tinggal di bumi dengan harmonis. Sekaligus mengingatkan pada kita bahwa tidak pantas jika tidak tunduk pada Allah padahal makhluk raksasa semisal gunung saja tunduk pada Allah.

Kembali ke tentara Allah yang dikirim pada Firaun di atas. Semua sudah dijelaskan secara rinci dan jelas namun Firaun dan para pengikutnya tetap takabur,  tidak patuh. Baru setelah semuanya benar-benar terjadi, azab Allah menimpanya maka Firaun meminta Musa untuk mendoakannya agar Allah mengangkat azab-Nya (QS. Al Araf: 134). Mereka berjanji akan beriman jika Musa mendoakan mereka dan azab diangkat.

Nabi Musa tidak tega terhadap apa yang menimpa kaumnya sehingga ia pun mendoakan mereka. Allah mengabulkan doanya sehingga semua azab diangkat oleh Allah. Namun yang terjadi bukannya mereka beriman tetapi tiba-tiba mereka mengingkari janjinya. Mereka tetap kufur. Mereka telah ingkar janji (QS. Al Araf: 135) sehingga Allah membalas mereka. Mereka ditenggelamkan ke dalam laut karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah (QS. Al Araf: 136).

Kisah bagaimana Allah mengazab Firaun dan bala tentaranya bisa dilihat di QS. Yunus ayat 90-92. Di sinilah Firaun menyatakan bertobat. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai Bani Israil. Namun Allah tidak menerima tobatnya. Sebenarnya tidak hanya Firaun saja melainkan semua orang kafir mempunyai kecenderungan seperti itu.

Allah berjanji akan menyelamatkan jasad Firaun. Atas perintah-Nya  laut melemparkan jasad Firaun ke darat. Tujuannya agar menjadi pelajaran bagi generasi penerus. Namun sayang masih banyak manusia yang lalai membaca tanda-tanda kekuasaan Allah ini. Atas izin Allah, jasad Firaun ini ditemukan oleh seorang arkeolog Inggris sehingga kita bisa menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah.

Demikianlah kajian Tafsir hari ini tentang tentara-tentara Allah terkait dengan kisah Firaun. Semoga kita bisa mengambil pelajaran. Aamiin

 

Sidoarjo, 7 Desember 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.