Sekolah adalah Guru

Saya sedang mewawancarai staf perpustakaan STKIP Al Hikmah Surabaya

Salah satu tugas tim Penjaminan Mutu dan Sistem Pengendalian Internal (PM dan SPI) adalah memastikan sekolah berjalan dengan baik. Layanan yang diberikan pada siswa dan wali murid berkualitas prima. Bagaimana sekolah melahirkan murid-murid yang tidak saja cerdas secara akademik tetapi juga santun secara moral. Ini menjadi prioritas utama. Berbudi dan Berprestasi sebagai tagline sekolah harus mewujud dalam keseharian. Imbasnya, sekolah harus berbenah. Selalu berbenah.

Hal ini senada dengan salah satu spirit perbaikan 1% yang digulirkan YLPI Al Hikmah Surabaya yaitu peningkatan kualitas layanan pada siswa. Dalam Spirit Perbaikan 1% no 41 disebutkan bahwa peningkatan kualitas layanan pada siswa bertujuan untuk merealisasikan janji kepada wali murid. Sekolah Al Hikmah akan menghasilkan lulusan yang berbudi (berakhlaq karimah) dan berprestasi.

Fokus peningkatan kualitas layanan akan berpusat pada tiga aktivitas yaitu kualitas pembelajaran, kualitas pendampingan untuk pembiasaan, dan kualitas pengembangan potensi dan bakat minat siswa.

Pertama, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, PM dan SPI melakukan monitoring supervisi pembelajaran mulai dari KB-TK sampai STKIP Al Hikmah, baik yang di Surabaya maupun Boarding Batu. Supervisi ini sangat diperlukan untuk mengetahui sejauh mana guru melaksanakan tugas utamanya-mengajar. Mulai dari menyiapkan administrasi pembelajaran, melakukan pembelajaran di kelas, dan melaksanakan penilaian. Tentu saja tidak berhenti di situ saja karena ketika mengajar guru harus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, karakter-karakter baik, dan membangun budaya mutu. Dengan kata lain, selain mengajar juga harus mendidik.

Kami tidak hanya menyasar guru mata pelajaran saja melainkan juga guru Al Qur’an. Peran guru Al Qur’an sangat penting dalam meningkatkan bonding remaja pada Al Qur’an. Bagaimana guru memotivasi siswa untuk membaca kitab sucinya di tengah derasnya gempuran teknologi, media sosial, dan sebagainya.

Banyak temuan yang kami dapatkan selama di lapangan. Ada guru-guru yang istimewa tetapi ada juga yang kurang. Guru-guru dengan kualitas istimewa ini akan melahirkan siswa-siswa yang hebat. Sebaliknya, guru-guru yang “masih kurang” ini jika dibiarkan akan melahirkan siswa-siswa yang tidak berkualitas. Tentunya kita tidak ingin melahirkan siswa yang demikian, bukan? Temuan-temuan ini kami diskusikan langsung dengan pimpinan di masing-masing unit. Harapannya, para pimpinan merespon apa yang kami laporkan. Menata kembali para guru mengingat mereka adalah bagian terpenting dari sekolah itu sendiri.

Kedua, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendampingan untuk pembiasaan maka PM dan SPI melakukan supervisi wali kelas. Kedudukan wali kelas menjadi sangat penting karena mereka menggantikan posisi orang tua ketika di sekolah. Supervisi wali kelas ini memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan supervisi guru dalam pembelajaran. Kami melakukan wawancara intensif selama lebih kurang 2 jam setiap wali kelas untuk mendapatkan potret ideal mereka.

Yayasan memotret wali kelas ideal dalam tiga hal yaitu sebagai murobbi, leader, dan manager. Sebagai murobbi, wali kelas berfungsi mendidik siswa. Mengarahkan mereka agar selalu dekat dengan Robb-nya, Tuhannya, Allah Swt.  Sungguh sebuah amanah yang tidak mudah. Wali kelas harus dekat dengan Allah Swt sebelum mereka meminta siswa-siswa di kelasnya mendekat pada Tuhannya. Sebagai leader, wali kelas harus mampu memimpin siswa di kelasnya agar mampu menjadi siswa yang cerdas beradab. Sebagai manager, wali kelas harus mampu mengelola kelasnya dengan baik sehingga segala permasalahan yang muncul bisa diselesaikan dengan baik. Mempunyai peta siswa dalam banyak hal sangat membantu semua tugas ini.

Ada temuan menarik dalam supervisi wali kelas ini. Penggunaan sekolahku sebagai media yang membantu wali kelas di bidang administrasi ternyata masih sangat minim. Ada wali kelas yang tidak melakukan rekap buku penghubung, menuliskan catatan harian, home visit, dan sebagainya. Rasa-rasanya yayasan perlu melakukan refresh terkait penggunaan sekolahku oleh wali kelas agar layanan yang diberikan semakin optimal.

Ketiga, peningkatan kualitas pengembangan potensi dan bakat minat siswa sangat perlu ditindaklanjuti. Banyak sekali kegiatan kesiswaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan bakat minat siswa ini. Mulai dari kegiatan ekstrakurikuler wajib, Pramuka misalnya, sampai ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan kokurikuler yang sangat beragam sudah menunggu kami untuk melakukan pantauan.  Semua kegiatan di atas tidak bisa dilepaskan dari peran guru. Harapannya, guru-guru Al Hikmah mampu melejitkan setiap potensi siswa karena setiap siswa adalah istimewa.

Sebagai penutup tulisan ini, kami berharap bisa membantu yayasan lebih banyak lagi dalam menciptakan sekolah yang baik, guru-guru yang baik karena pada dasarnya sekolah adalah guru.

Surabaya, 18 Juni 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published.