Fa Firru Ilallah

 

Judul Buku         : Secrets of Divine Love

Penulis                : A. Helwa

Alih Bahasa        : Marlina dan Arif

Penerbit             : PT Elex Media Komputindo

Tahun terbit       : 2021

Tebal                   : 400 halaman

 

Judul resensi ini saya ambil dari penggalan Surat Adz Zariat ayat 50. Fa firru Ilallah, berlarilah pada Allah. Saya rasa judul tersebut sangat mewakili isi buku Secrets of Divine Love ini. Buku yang akan membawa pembacanya menemukan (kembali) jalan menuju Allah. Cocok bagi para pencari Tuhan. Pas bagi para pemburu ketenangan. Atau siapa pun yang ingin meraih kematangan spiritual.  Bahkan untuk sekadar menyegarkan jiwa. Memberi jeda pada dunia yang sibuk dan terburu-buru.

Buku karya A. Helwa ini diterbitkan pertama kali di tahun 2021 berbahasa Inggris. Viral di Tik Tok. Laris manis. Saya sempat membaca versi bahasa Inggrisnya beberapa tahun silam. Untuk edisi bahasa Inggrisnya dilengkapi dengan versi jurnalnya. Semacam workbook untuk mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan dalam buku utamanya.

Secrets of Divine Love telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Tidak kurang dari bahasa Jerman, Perancis, termasuk bahasa Indonesia. Edisi bahasa Indonesia muncul pertama kali di bulan Desember 2021. Diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo melalui Quanta, lini buku Islami non fiksi. Cetakan kelimabelas muncul di bulan Desember 2024.

Helwa sendiri adalah seorang muslim dari South Carolina. Berpengalaman sebagai penulis dan pembicara tentang Islam dan pengembangan spiritual selama lebih dari 15 tahun. Ia berbicara berdasarkan pengalaman pribadi dan sumber-sumber tradisional untuk membantu pembacanya mengakses cinta Allah. Untuk mengetahui lebih jauh, silakan menuju ke websitenya https://authorahelwa.com/about-me.

Buku ini terbagi dalam 12 bab. Masing-masing babnya menuntun pembaca untuk mengenal lebih dalam hati yang mencintai Islam. Mencari esensi cinta sejati, cinta pada sang pemilik cinta itu sendiri-Allah Swt.  Cinta Allah sungguh tak terbatas. Sebagaimana tulis Helwa di bab 1, Allah: Asal Cinta.

…Semua orang mungkin pergi, semua yang lain mungkin hancur, tetapi Allah selamanya akan menjadi teman yang paling setia dan intim. (hal. 3)

Selanjutnya Helwa meyakinkan bahwa sebenarnya semuanya sudah ada dalam diri kita. Tinggal bagaimana kita membangunkan cinta dalam diri ini. Penulis ini banyak menggunakan symbol dan metafora untuk menyampaikan maksudnya. Kutipan Rumi dan penyair-penyair lain memenuhi isi buku ini disamping kutipan ayat-ayat Al Qur’an tentunya.

Setelah mengenal Sang Pecinta, Helwa menggiring pembaca untuk lebih mengenali diri sendiri. Siapa Anda? Begitu judul di bab 2.  Ia mengingatkan begitu berharganya kita sebagai sang makhluk. Sebagaimana Allah menyatakan dalam Surat At-Tin (QS. 95:4) yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Ketika kita menyadari hal ini, harapannya kita selalu bersyukur dengan apa yang kita terima. Tidak ada lagi kegalauan.

Pada bab-bab berikutnya, pembaca bisa menyelam sendiri dan membuka pintu-pintu rahasia yang sudah diberikan kunci pembukanya. Silakan menyelami tentang Al Qur’an, Taubat, Syahadat, Salat, Zakat, Ramadan, dan Haji. Tak lupa juga tentang kematian serta surga dan neraka. Di bagian akhir surga dan neraka, Helwa mengingatkan bahwa kita beragama bukan sekadar surga atau neraka tapi lebih dalam dari itu yaitu meraih cinta Tuhan.

Meskipun banyak yang menyukai buku ini, ternyata ada juga yang kontra dengannya. Beberapa memberikan ulasan kontradiksinya. Namun, bukan wilayah saya untuk mendebat isi buku ini karena memang saya tidak memikili cukup keilmuan sebagaimana mereka yang mampu mengulasnya dengan alasan-alasan kuat menurut mereka.

Saya hanya merasa sangat menikmati kalimat demi kalimat. Paragraf demi paragraf. Dengan kesadaran penuh mengambil makna dari kehidupan. Semakin saya memfokuskan pada cinta yang Allah Swt berikan, semakin saya tersungkur bahwa memang cintaNya tak terbatas.  Semuanya menuntun saya untuk berlari (kembali) padaNya.

Sebagai penutup, saya tuliskan salah satu quote dalam buku ini. Disarikan dari sebuah hadist yang menekankan bahwa cinta Allah Swt melebihi segalanya.

Take one step toward Me, I will take ten steps toward you. Walk toward Me, I will run toward you. (Mendekatlah padaku satu langkah, Aku akan mendekatimu sepuluh langkah. Berjalanlah padaku, Aku akan berlari mendekatimu.)

 

Surabaya, 3 Februari 2025

2 Replies to “Fa Firru Ilallah”

  1. sebuah resensi yang apik.membuat pembaca ingin membaca selengkapnya di buku aslinya.
    Dukses dan sehat selalu

Leave a Reply

Your email address will not be published.